Gaya cinta — apa bahasa cintamu? 6 gaya cinta menurut Lee
Eros, Ludus, Storge, Pragma, Mania, Agape — 6 gaya cinta dari teori John Lee. Gaya mana yang paling menonjol padamu dan bagaimana pengaruhnya pada hubunganmu?
6 cara mencintai
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa sebagian orang jatuh cinta pada pandangan pertama, sementara yang lain butuh berbulan-bulan? Mengapa ada yang memandang cinta sebagai petualangan dan ada yang sebagai komitmen?
John Alan Lee (1973) mengajukan teori 6 gaya cinta yang terinspirasi dari bahasa Yunani kuno. Seperti warna primer yang bisa dicampur menjadi warna lain, Lee mengidentifikasi 3 gaya primer dan 3 gaya sekunder.
3 gaya primer
Eros — cinta penuh gairah
Daya tarik fisik yang kuat. “Cinta pada pandangan pertama” adalah wilayah Eros. Orang dengan Eros dominan cepat jatuh cinta, menghargai kedekatan fisik, dan punya selera estetika yang kuat terhadap pasangan. Risikonya: kehabisan tenaga ketika gairah awal memudar.
Ludus — cinta yang main-main
Cinta sebagai permainan, petualangan, godaan. Orang dengan Ludus tinggi tidak mencari “belahan jiwa” — mereka menikmati prosesnya. Mereka suka variasi, menghindari komitmen, dan menanggapi cinta dengan ringan. Risikonya: menyakiti pasangan yang mengharapkan lebih.
Storge — cinta berbasis persahabatan
Cinta yang tumbuh dari persahabatan. Kedekatan dibangun pelan-pelan dan bertahap. Tanpa “kembang api”, tetapi dengan kepercayaan yang dalam dan stabilitas. Orang dengan Storge dominan menghargai nilai-nilai yang sama dan rasa nyaman. Risikonya: kurang gairah.
3 gaya sekunder
Pragma — cinta pragmatis (Storge + Ludus)
“Daftar syarat” — pasangan dipilih secara rasional demi kecocokan: pendidikan, nilai, rencana hidup. Orang pragmatis bukan “penghitung yang sinis” — mereka tahu bahwa gairah memudar, sementara kecocokan bertahan.
Mania — cinta obsesif (Eros + Ludus)
Cinta yang intens dan tidak stabil secara emosional. Berayun antara euforia dan keputusasaan. Cemburu, butuh kepastian terus-menerus, takut kehilangan. Sangat terkait dengan gaya kelekatan cemas.
Agape — cinta tanpa syarat (Eros + Storge)
Cinta yang altruistik dan rela berkorban. Kebaikan pasangan di atas kebaikan diri sendiri. Gaya yang paling jarang dalam bentuk murninya. Risikonya: kehabisan tenaga bila tidak berbalas.
Gaya mana yang “terbaik”?
Tidak ada — karena masing-masing cocok dalam keadaan yang berbeda. Penelitian Hendrick dan Hendrick (1986) menunjukkan bahwa hubungan yang paling awet adalah yang kedua pasangannya punya profil gaya cinta yang mirip. Konflik terbesar muncul ketika Mania bertemu Ludus atau Eros bertemu Pragma.
Ikuti Tes Gaya Cinta gratis di PsychoProfil.pl — 15 pertanyaan, 5 gaya, hasil instan.