Regulasi emosi vs kesadaran penuh — mana yang dilatih lebih dulu?
Regulasi emosi (berdasarkan model ERQ dari Gross & John, 2003) mengukur empat strategi menangani emosi: penilaian ulang kognitif (mengubah cara berpikir tentang suatu situasi), penekanan emosi (menyembunyikan perasaan), penerimaan emosi, dan ekspresi emosi. 16 butir. Ini keterampilan operasional: apa yang dilakukan dengan emosi setelah emosi itu muncul.
Kesadaran penuh (FFMQ) mengukur kemampuan hadir di saat ini tanpa menghakimi. Lima aspek: mengamati, mendeskripsikan, bertindak dengan kesadaran, tidak menghakimi, tidak reaktif. Fokusnya bukan mengubah, melainkan menyadari.
Kesadaran penuh ada di hulu: kamu menyadari emosi sebelum emosi itu menyeretmu. Regulasi ada di hilir: kamu sudah tahu sedang merasakan emosi itu dan memutuskan apa yang akan dilakukan. Kalau kamu tidak merasakan apa yang kamu rasakan, mulailah dari kesadaran penuh. Kalau kamu merasakannya tetapi kewalahan, latih regulasi.
Kapan dipakai: Skala regulasi emosi — bagaimana kamu mengelola perasaan?
- Emosi “menyeretmu” dan kamu bertindak impulsif
- Kamu menekan perasaan, tetapi perasaan itu kembali lebih kuat
- Kamu ingin strategi koping yang konkret
Kapan dipakai: Tes kesadaran penuh — kuesioner lima aspek FFMQ (14 butir)
- Kamu tidak tahu apa yang sedang kamu rasakan saat itu
- Kamu bertindak seperti dalam mode otomatis
- Kamu ingin mulai dari dasar, yaitu hadir di saat ini
Masih bingung? Ikuti kedua tes!