Grit vs resiliensi — apa bedanya?
Grit, yang dirumuskan Angela Duckworth, adalah gabungan gairah dan ketekunan untuk tujuan jangka panjang. Orang dengan grit tinggi terus bekerja menuju tujuannya meskipun kemajuannya lambat. Grit berbicara tentang usaha yang proaktif dan konsistensi.
Resiliensi adalah kemampuan beradaptasi dan bangkit dari pengalaman sulit, stres, atau kegagalan. Sifatnya lebih reaktif — berkaitan dengan cara kita menghadapi kesulitan ketika muncul.
Keduanya saling berkaitan tetapi berbeda. Kamu bisa punya grit tinggi (gigih mengejar tujuan) tetapi resiliensi rendah (sulit pulih setelah gagal). Sebaliknya juga bisa — kamu cepat bangkit dari stres tetapi kurang tekun dalam jangka panjang.
Kapan dipakai: Skala grit — ketekunan dan gairah
- Kamu ingin mengukur ketekunanmu dalam mengejar tujuan
- Kamu bertanya-tanya apakah konsistensimu sudah cukup
- Kamu tertarik pada konsep Angela Duckworth
Kapan dipakai: Skala resiliensi & modal psikologis
- Kamu sedang melewati masa sulit dan ingin menilai resiliensimu
- Kamu ingin tahu bagaimana kamu menghadapi stres dan kemunduran
- Kamu tertarik membangun kapasitas adaptif
Masih bingung? Ikuti kedua tes!