Tujuan hidup: pertanyaan Viktor Frankl dan skala yang dibangun darinya
Frankl berpendapat bahwa manusia butuh alasan untuk hidup. Bagaimana skala Purpose in Life lahir dari gagasannya, apa yang ditanyakan tes kami, dan cara membaca skormu.
Sebagai tahanan di kamp konsentrasi Nazi, psikiater Austria Viktor Frankl memperhatikan bahwa sesama tahanan yang masih punya sesuatu yang menunggu mereka, seseorang atau pekerjaan yang harus diselesaikan, sering bertahan lebih lama daripada mereka yang sudah kehilangannya. Ia menuliskannya dalam Man's Search for Meaning, yang pertama kali terbit dalam bahasa Jerman pada 1946, dan meminjam kalimat dari Nietzsche: orang yang punya alasan untuk hidup sanggup menanggung hampir segala keadaan.
Tes tujuan hidup kami mengambil nama dan titik awalnya dari skala yang lahir dari gagasan Frankl.
Dari logoterapi ke kuesioner
Frankl menyebut pendekatannya logoterapi, dari kata Yunani logos, yang ia artikan sebagai makna. Klaim utamanya: dorongan utama manusia adalah kehendak untuk hidup bermakna. Saat dorongan itu terhalang, orang jatuh ke dalam apa yang Frankl sebut kekosongan eksistensial: kebosanan, kehampaan, dan perasaan bahwa tidak ada yang layak diperjuangkan.
Pada 1964 James Crumbaugh dan Leonard Maholick mengubah gagasan ini menjadi alat ukur, tes Purpose in Life (PIL). Tes ini berisi 20 butir, dan setiap butir berada di antara dua frasa yang berlawanan, misalnya hidup yang terasa kosong di satu ujung dan hidup yang penuh hal baik di ujung lain. Kamu menandai satu titik dari 1 sampai 7 di antara keduanya dan mendapat satu skor total.
Apa yang ditanyakan versi kami
Kami menulis sendiri 12 pernyataannya dengan semangat PIL, jadi ini alat refleksi diri, bukan kuesioner aslinya dan bukan kuesioner yang tervalidasi. Alih-alih dua frasa yang berlawanan, kamu melihat satu pernyataan dan skala tujuh poin dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Versi asli memberi satu skor total; kami membagi pernyataannya menjadi tiga skor yang masing-masing terdiri atas empat pernyataan:
- Makna: apakah hidupmu terasa berarti, misalnya “Saya merasa ada alasan yang lebih dalam mengapa saya hidup.”
- Tujuan: apakah kamu tahu ke mana kamu melangkah, misalnya “Saya punya tujuan dan sasaran hidup yang jelas.”
- Kepuasan: bagaimana kamu menilai hidup yang sudah kamu jalani sejauh ini, misalnya “Saya merasa apa yang sudah saya capai dalam hidup ini berharga.”
Dua pernyataan diberi skor terbalik. Salah satunya menggemakan tema dari PIL asli: “Seandainya bisa memilih, saya lebih suka tidak pernah dilahirkan.”
Mengapa tujuan hidup begitu banyak diperhatikan
Pada 1989 Carol Ryff menyebut tujuan hidup sebagai salah satu dari enam dimensi kesejahteraan psikologis, dan sejak itu kaitannya dengan kesehatan banyak diteliti. Pada 2014 Patrick Hill dan Nicholas Turiano mengikuti beberapa ribu orang dewasa Amerika selama lebih dari satu dekade dan menemukan bahwa mereka yang melaporkan rasa tujuan hidup yang lebih kuat lebih kecil kemungkinannya meninggal selama periode itu. Studi ini menunjukkan adanya kaitan, bukan bahwa tujuan hidup itu sendiri membuat orang hidup lebih lama.
Cara membaca skormu
Lihat ketiga skor bersama-sama. Tujuan tinggi dengan kepuasan rendah sering cocok dengan masa sibuk, saat kamu tahu apa yang sedang kamu kejar tetapi belum puas dengan apa yang sudah kamu miliki. Kepuasan tinggi dengan tujuan rendah bisa menggambarkan masa tenang ketika tujuan lama sudah tercapai dan tujuan baru belum muncul. Frankl menggambarkan tiga sumber makna: menciptakan sesuatu atau melakukan suatu perbuatan, mengalami sesuatu atau mencintai seseorang, dan sikap yang diambil seseorang terhadap penderitaan yang tidak bisa dihindari. Skor tujuan yang rendah bisa menjadi dorongan untuk bertanya mana dari ketiganya yang sedang tidak ada saat ini.
Skormu tidak mendiagnosis apa pun. Jika kamu menyetujui pernyataan tentang tidak pernah dilahirkan, atau jika rasa hampa sudah menetap selama berminggu-minggu, bicarakan dengan dokter atau psikolog.
Riset yang lebih baru memisahkan memiliki makna dari mencarinya, dan kuesioner makna hidup MLQ mengukur keduanya secara terpisah. Jika skor kepuasanmu menarik perhatianmu, skala kepuasan hidup SWLS melihat penilaian itu secara tersendiri.