Langsung ke konten

Perfeksionisme vs penundaan — apakah keduanya sama?

Kepribadian

Skala perfeksionisme — 3 wajah kesempurnaan

Pertanyaan15
Waktu~6 mnt
Kesejahteraan

Skala prokrastinasi

Pertanyaan16
Waktu~6 mnt

Perfeksionisme (Hewitt-Flett Multidimensional Perfectionism Scale) mengukur dorongan untuk tampil tanpa cela dan kritik diri yang keras saat hasilnya tidak sesuai harapan. Tiga segi: berorientasi diri (kamu menuntut dirimu sendiri), berorientasi orang lain (kamu menuntut orang lain), dan yang dituntut lingkungan sosial (kamu merasa orang lain menuntutmu). 15 butir.

Penundaan (skala yang terinspirasi dari General Procrastination Scale milik Lay) mengukur kebiasaan menunda tugas penting secara kronis meskipun tahu akibatnya, di empat area: penundaan keputusan, menghindari tugas, tekanan tenggat, dan rasa bersalah. 16 butir. Ini bukan kemalasan, sering kali berupa penghindaran aktif karena takut.

Keduanya sering muncul bersamaan: orang perfeksionis menunda untuk menghindari hasil yang tidak sempurna (“aku tidak akan mulai sebelum kondisinya sempurna”). Namun kamu juga bisa menunda tanpa perfeksionisme (impulsivitas, kehati-hatian yang rendah). Kalau kamu curiga mengalami keduanya, ikuti keduanya. Perfeksionisme menjelaskan alasannya. Penundaan mengukur harganya.

Kapan dipakai: Skala perfeksionisme — 3 wajah kesempurnaan

  • Kamu sering menunda “sampai kondisinya sempurna”
  • Kamu mengkritik diri dengan keras saat melakukan kesalahan
  • Kamu sulit menyebut sesuatu “sudah cukup baik”

Kapan dipakai: Skala prokrastinasi

  • Kamu tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tidak mulai-mulai
  • “Nanti” milikmu jarang tiba
  • Kamu membayar harga dari penundaan, tetapi tetap menunda

Masih bingung? Ikuti kedua tes!

Perbandingan terkait