PHQ-9 vs OLBI — depresi atau burnout?
Burnout dan depresi punya banyak gejala yang sama: kelelahan, anhedonia, masalah tidur, rasa putus asa. Namun cakupannya sangat berbeda. Depresi meresap ke semua area hidup (hubungan, hobi, tidur, harga diri). Burnout biasanya mereda saat liburan dan kembali saat kamu masuk kerja lagi.
PHQ-9 (9 butir) mengukur tingkat keparahan depresi dalam 2 minggu terakhir, tanpa memandang konteks. Skor 0–27 dengan lima tingkat keparahan. Mencakup satu butir penting tentang pikiran menyakiti diri sendiri (P9).
OLBI (16 butir), yang menjadi dasar tes burnout di sini, khusus mengukur pekerjaan. Dua dimensi: kelelahan dan ketidakterlibatan dari pekerjaan.
Pertanyaan pembeda: apakah gejalamu mereda selama liburan 2 minggu? Kalau ya, kemungkinan burnout. Kalau tidak, kemungkinan depresi. Keduanya sering muncul bersamaan dan itu berbahaya (sekitar 30% kasus burnout juga memenuhi kriteria depresi klinis). Kalau skor PHQ-9 berada di atas skor batas, selalu konsultasikan dengan tenaga profesional.
Kapan dipakai: Skrining depresi — PHQ-9 (9 butir)
- Kesedihan mencakup seluruh hidup, bukan hanya pekerjaan
- Gejala tidak mereda di akhir pekan/liburan
- Kamu punya pikiran bahwa dirimu tidak berharga atau ingin menyakiti diri sendiri
Kapan dipakai: Penilaian burnout — Oldenburg Burnout Inventory
- Gejala mulai muncul bersama proyek/atasan tertentu
- Kamu merasa muak dengan pekerjaan, tetapi masih punya energi di luar kerja
- Sinisme terhadap klien/pasien yang sebelumnya tidak pernah kamu rasakan
Masih bingung? Ikuti kedua tes!