Langsung ke konten
Kepribadian2026-10-27 · 4 mnt

Asertivitas: cara berkata tidak dan menetapkan batasan tanpa rasa bersalah

Berkata tidak, menyuarakan pendapat, menagih uang yang menjadi hakmu. Apa yang diukur empat area tes asertivitas kami, dan mengapa asertif tidak sama dengan memaksa.

Mulai tes — Skala asertivitas · 16 pertanyaan, ~6 mnt

Seorang teman meminjam uang untuk ketiga kalinya tahun ini. Dua pinjaman sebelumnya belum dikembalikan. Kamu mengiyakan, mengalihkan pembicaraan, lalu merasa kesal sepanjang malam.

Psikolog menyebut keterampilan yang hilang di situ asertivitas: menyampaikan apa yang kamu inginkan, apa yang kamu pikirkan, dan apa yang tidak bisa kamu terima, dengan cara yang tetap menghormati orang lain. Pelatihan asertivitas lahir dari terapi perilaku. Pada 1958 Joseph Wolpe menggambarkan respons asertif sebagai cara mengurangi kecemasan dalam situasi sosial, dan pada 1970 Robert Alberti dan Michael Emmons mengubah gagasan itu menjadi buku swabantu, Your Perfect Right.

Empat area dalam tes kami

Skala asertivitas kami berisi 16 pernyataan, empat untuk masing-masing dari empat area. Kamu menjawab setiap pernyataan pada skala lima poin dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Kami menulis sendiri pernyataan-pernyataan itu, dengan inspirasi longgar dari daftar 30 butir yang diterbitkan Spencer Rathus pada 1973, jadi ini alat refleksi diri, bukan kuesioner tervalidasi.

Menyampaikan pendapat menanyakan apakah kamu mengatakan apa yang kamu pikirkan, dalam rapat atau saat tidak sependapat dengan seseorang. Menetapkan batasan menyangkut menolak permintaan dan menegaskan apa yang bisa dan tidak bisa kamu terima. Membela hak mencakup momen-momen praktis, misalnya mengembalikan produk yang rusak atau menagih uang yang menjadi hakmu. Kepercayaan diri sosial menyangkut rasa nyaman sehari-hari dengan orang lain, dari mengobrol dengan orang asing sampai menerima pujian.

Lima pernyataan menggambarkan kebalikan dari perilaku asertif, misalnya “Saya diam saja saat tidak setuju agar tidak terjadi konflik.” Jika kamu menyetujuinya, skormu di area itu turun.

Mengapa berkata tidak itu sulit

Area Menetapkan batasan memuat pernyataan “Saya menyetujui hal-hal yang tidak ingin saya lakukan agar tidak membuat orang lain kecewa.” Menolak orang yang kamu sukai bisa terasa seperti mempertaruhkan hubungan, tetapi “ya” yang membuatmu kesal juga ada harganya, dan biasanya harga itu baru terlihat belakangan.

Pada 1975 Manuel Smith menggambarkan teknik “kaset rusak” dalam bukunya When I Say No, I Feel Guilty. Kamu mengulang penolakan yang singkat dan tenang tanpa menambahkan alasan baru setiap kali, karena setiap alasan baru memberi orang lain bahan untuk berdebat.

Penolakan yang jelas biasanya punya tiga bagian: pengakuan singkat, penolakan itu sendiri, dan alternatif hanya jika kamu memang sungguh ingin menawarkannya. “Aku tahu kamu sedang kesulitan. Aku tidak bisa meminjamkan uang lagi. Aku bisa duduk bersamamu hari Minggu dan melihat anggaranmu.”

Asertif tidak sama dengan memaksa

Skor rendah bukan alasan untuk menjadi lebih keras. Pada 2007 Daniel Ames dan Francis Flynn meminta para rekan kerja menilai manajer dan menemukan bahwa asertivitas yang terlalu sedikit maupun terlalu banyak sama-sama merusak cara orang memandang mereka sebagai pemimpin. Manajer dengan asertivitas rendah menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan; manajer dengan asertivitas tinggi merusak hubungan kerja mereka. Rentang tengah memberi hasil terbaik.

Tujuannya adalah pernyataan tegas yang tetap menjaga martabat orang lain, seperti dalam pernyataan tes “Saya bisa menolak permintaan saat saya tidak punya waktu untuk itu.”

Membaca profilmu

Perhatikan selisih antara keempat area. Seseorang bisa dengan mudah bersuara dalam rapat, tetapi tetap mengiyakan setiap permintaan tolong dari teman. Orang lain bisa mengembalikan produk rusak tanpa pikir panjang, tetapi diam saja ketika jasanya diklaim oleh rekan kerja. Area terendahmu biasanya tempat terbaik untuk berlatih, karena situasi kecil di area itu muncul setiap minggu.

Mulai dari situasi yang taruhannya kecil, misalnya mengembalikan makanan yang sudah dingin atau mengusulkan jam rapat lain. Setiap situasi yang berjalan lancar memberimu pegangan nyata untuk lain kali.

Untuk empat cara orang menyampaikan keinginannya, baca asertif, pasif, agresif, atau manipulatif atau ikuti tes gaya komunikasi. Jika mengiyakan segala hal sudah menjadi kebiasaan lama, artikel tentang people-pleasing dan cara meredakannya membahas dari mana kebiasaan itu berasal.

Bagikan hasil

Ikuti tesnya gratis

Hasil langsung. Tanpa daftar. Metodologi ilmiah yang tepercaya.

Mulai tes →