Langsung ke konten
Karier2026-10-27 · 5 mnt

Motivasi intrinsik dan ekstrinsik: mengapa imbalan bisa menghilangkan keseruan sebuah tugas

Melakukan sesuatu karena menikmatinya dan melakukannya demi uang bukan dua ujung dari satu skala. Apa kata teori determinasi diri tentang motivasi, kapan imbalan justru merugikan, dan apa yang ditanyakan tes motivasi kami.

Mulai tes — Tes motivasi — apa yang menggerakkanmu? · 18 pertanyaan, ~7 mnt

Pada 1971 psikolog Edward Deci meminta sejumlah mahasiswa memecahkan teka-teki. Sebagian dibayar untuk setiap teka-teki yang berhasil dipecahkan, sebagian lagi tidak. Lalu ia meninggalkan setiap mahasiswa sendirian selama beberapa menit bersama teka-teki tambahan dan beberapa majalah, dan mengamati apa yang mereka lakukan. Mahasiswa yang tadinya dibayar menghabiskan lebih sedikit waktu luang itu untuk teka-teki dibandingkan mereka yang tidak dibayar.

Hasil ini memicu riset selama puluhan tahun tentang perbedaan antara melakukan sesuatu demi kegiatan itu sendiri dan melakukannya demi sesuatu di luar kegiatan itu. Deci dan Richard Ryan kemudian mengembangkannya menjadi teori determinasi diri, salah satu teori motivasi yang paling banyak diteliti.

Dua jenis alasan

Motivasi intrinsik berarti kegiatan itu sendiri adalah imbalannya: rasa ingin tahu, kesenangan, kepuasan karena makin mahir dalam sesuatu. Motivasi ekstrinsik berarti alasannya ada di luar kegiatan: uang, pujian, promosi, menghindari masalah.

Keduanya bukan dua ujung dari satu garis. Kamu bisa sangat terdorong oleh keduanya, misalnya orang yang mencintai pekerjaannya dan juga ingin dibayar dengan layak untuk itu. Kamu juga bisa rendah pada keduanya, yang sering terasa seperti sekadar menjalankan rutinitas.

Saat imbalan justru merugikan

Pada 1999 Deci, Richard Koestner, dan Ryan menggabungkan 128 eksperimen. Imbalan yang sudah diharapkan dan bergantung pada mengerjakan atau menyelesaikan tugas cenderung menurunkan motivasi intrinsik untuk tugas yang sejak awal menarik. Imbalan yang tidak terduga, serta pujian yang memberi informasi nyata tentang pekerjaan, tidak berdampak seperti itu. Umpan balik positif malah sering meningkatkannya.

Temuan ini punya batas. Ia berlaku untuk tugas yang memang sudah menarik bagi orang yang mengerjakannya. Pada tugas yang membosankan, hampir tidak ada motivasi intrinsik yang bisa hilang, dan imbalan membantu. Sebagian peneliti juga berpendapat bahwa efeknya lebih kecil di tempat kerja sungguhan daripada di laboratorium. Dalam praktiknya, membayar orang tidak masalah; yang perlu dihindari adalah mengubah tugas yang menarik menjadi transaksi.

Otonomi dan penguasaan

Teori determinasi diri menyebut tiga kebutuhan dasar: otonomi (merasa bahwa kamu sendiri yang memilih apa yang kamu lakukan), kompetensi (merasa mampu), dan keterhubungan (merasa terhubung dengan orang lain). Penulis Daniel Pink memopulerkan rangkaian serupa dalam bukunya tahun 2009, Drive: otonomi, penguasaan, dan tujuan.

Tes motivasi kami memakai empat skor: motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, otonomi, dan penguasaan. Tes ini berisi 18 pernyataan yang kami tulis sendiri berdasarkan gagasan-gagasan ini, jadi ini alat refleksi diri, bukan salah satu kuesioner tervalidasi dari riset. Contohnya: “Saat sesuatu memikat saya, saya bisa menghabiskan berjam-jam untuknya tanpa merasa lelah” (intrinsik), “Kalau tidak ada yang bisa melihat hasil kerja saya, saya tidak akan berusaha sekeras itu” (ekstrinsik), “Manajemen mikro mematikan motivasi saya” (otonomi), “Saya memilih tantangan yang membuat saya berkembang, meskipun berisiko gagal” (penguasaan).

Memanfaatkan hasilmu

Lihat polanya lebih dulu. Otonomi tinggi dengan motivasi intrinsik rendah bisa berarti kamu menginginkan kebebasan, tetapi pekerjaanmu saat ini hanya sedikit memberimu hal yang membuatmu penasaran. Motivasi ekstrinsik tinggi dengan otonomi rendah sering cocok dengan pekerjaan yang tujuan dan caranya ditentukan oleh orang lain.

Uang dan pengakuan adalah alasan yang sah untuk bekerja, jadi skor ekstrinsik yang tinggi bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Skor itu baru menjadi masalah jika keduanya adalah satu-satunya alasan, karena saat imbalannya berhenti datang, tidak ada lagi yang tersisa.

Kalau kamu sedang memikirkan perubahan di tempat kerja, tes kepuasan kerja dan artikel tentang enam pilar kepuasan kerja membahas hal lain yang penting selain motivasi. Tentang keyakinan bahwa kemampuanmu bisa berkembang, yang menopang penguasaan, baca bagaimana growth mindset memengaruhi kesuksesan.

Bagikan hasil

Ikuti tesnya gratis

Hasil langsung. Tanpa daftar. Metodologi ilmiah yang tepercaya.

Mulai tes →