Langsung ke konten
Kesejahteraan

Depresi

Apa itu depresi?

Depresi klinis (episode depresif mayor, MDD dalam DSM-5) adalah gangguan suasana hati yang berlangsung minimal 2 minggu, dengan setidaknya 5 dari 9 gejala: suasana hati tertekan, hilangnya minat, perubahan nafsu makan/tidur, agitasi atau perlambatan gerak, hilangnya energi, rasa tidak berharga, masalah konsentrasi, pikiran tentang kematian. Yang terpenting — depresi ≠ “sehari yang sedih”. Kesedihan berlalu; depresi meresap ke semua bidang kehidupan dan mengubah cara kamu memandang dirimu sendiri.

Skalanya

WHO memperkirakan sekitar 280 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi. Depresi adalah penyebab utama disabilitas secara global. Perempuan terdampak 2× lebih sering daripada laki-laki (tetapi laki-laki lebih sering tidak mendapat penanganan).

Bagaimana diukur?

PHQ-9 (Patient Health Questionnaire) — alat skrining yang paling banyak digunakan, 9 butir, 5 tingkat keparahan. BDI-II (Beck Depression Inventory) — 21 butir, klasik. HAM-D (Hamilton Rating Scale for Depression) — wawancara klinis.

Langkah selanjutnya

Skor di atas batas — selalu konsultasikan dengan tenaga profesional (psikolog, psikiater, dokter umum). Penanganan: psikoterapi (CBT, IPT), farmakoterapi (SSRI, SNRI), atau kombinasi keduanya. Depresi bisa diobati. ⚠️ Jika kamu memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri — hubungi layanan krisis (UK/EU: 116 123; AS: 988; internasional: findahelpline.com).

Tes terkait

Konsep terkait